Senin, 16 November 2015

Catatan kecil saat Magang II

Pengalaman Magang II
Di sana tepatnya di SD Negeri Tandang 01 Semarang, banayak pengalaman yang saya dapatkan. Dari situlah saya dapat mengamati tentang keadaan lingkungan sekolah, pengalaman ketika dihadapkan dengan lingkungan sekolah, juga lebih dapat mengembangkan daya nalar dalam melakukan observasi sebagai bahan persiapan menjadi guru profesional. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang saya amati guru juga menerapkan metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Guru menggunakan metode diskusi agar siswa dapat bekerja sama dengan teman sebangkunya dalam menyelesaikan soal-soal yang telah disediakan oleh guru. Sedangkan menggunakan metode tanya jawab agar siswa lebih paham dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengarah kepada materi yang harus di jawab oleh siswa agar siswa lebih memahami materi tersebut. Dengan menggunaan metode tanya jawab ini pula dapat dijadikan sebagai pendorong dan membuka jalan bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut (dalam rangka belajar). Metode penugasan bertujua agar siswa mempu mengingat apa materi yang telah diajarkan pada pembelajaran tersebut. Kegiatan pembelajaran dalam perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sudah dicantumkan kegiatan awal berupa apersepsi, motivasi dan pemberian acuan sesuai dengan Rencana Pembelajaran yang sudah ditentukan. Dalam kegiatan inti sudah tercantum eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada kegiatan penutup, guru sudah merancang untuk melakukan refleksi dan membuat kesimpulan secara bersama antara guru dan siswa tentang materi pembelajaran hari ini. Dalam RPP guru juga sudah mencantumkan alat dan sumber belajar yang digunakan untuk pembelajaran pada hari itu. Dalam penilaian penskoran dengan soal sudah sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Penilaian kesesuaian intrumen penilaian dengan rubrik penilaiannya sudah sesuai dengan RPP. Dalam penilaiannya ini guru menggunakan instrumen penulisan tertulis dan tes lisan.
Namun ada beberapa soal uraian yang digunakan untuk menilai hasil dari pembelajaran pada pertemuan tersebut. Artinya soal tersebut digunakan guru untuk melakukan penilaian di ranah kognitif. Jadi guru tersebut dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik, belum menggunakan penilaian autentik. Karena penilaian autentik meliputi tiga ranah yaitu, ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Jika hanya melakukan satu kegiatan penilaian maka dapat dikatakan belum melakukan penilaian autentik.
Dalam penilaian kognitif guru membuat bentuk soal uraian jadi guru menilai hasil belajar peserta didik dengan menyesuaikan jawaban peserta didik. Dan didalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaranpun sudah dicantumkan Lembar Kerja Siswa tetapi belum terdapat rubrik penilaian baik holistik ataupun analitik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar