Pengalaman Magang II
Di
sana tepatnya di SD Negeri Tandang 01 Semarang, banayak pengalaman yang
saya dapatkan. Dari
situlah saya dapat mengamati tentang keadaan lingkungan sekolah, pengalaman
ketika dihadapkan dengan lingkungan sekolah, juga lebih dapat
mengembangkan daya nalar
dalam melakukan observasi sebagai bahan persiapan menjadi guru
profesional. Dalam pelaksanaan
pembelajaran yang saya amati guru juga menerapkan metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Guru
menggunakan metode diskusi agar siswa dapat bekerja sama dengan teman sebangkunya dalam
menyelesaikan soal-soal yang telah disediakan oleh guru. Sedangkan menggunakan metode tanya jawab agar
siswa lebih paham dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang mengarah kepada materi yang harus di jawab oleh
siswa agar siswa lebih memahami
materi tersebut. Dengan menggunaan metode tanya jawab ini pula dapat dijadikan sebagai pendorong dan
membuka jalan bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut (dalam rangka belajar). Metode
penugasan bertujua agar
siswa mempu mengingat apa materi yang telah diajarkan pada pembelajaran
tersebut. Kegiatan
pembelajaran dalam perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sudah dicantumkan kegiatan awal berupa
apersepsi, motivasi dan pemberian acuan sesuai dengan Rencana Pembelajaran yang sudah
ditentukan. Dalam kegiatan inti sudah tercantum eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada kegiatan
penutup, guru sudah merancang untuk melakukan refleksi dan membuat kesimpulan secara bersama antara guru dan
siswa tentang materi
pembelajaran hari ini. Dalam RPP guru juga sudah mencantumkan alat dan sumber belajar yang digunakan untuk
pembelajaran pada hari itu. Dalam penilaian penskoran dengan soal sudah sesuai dengan RPP yang telah
dibuat oleh guru. Penilaian kesesuaian intrumen penilaian dengan rubrik penilaiannya
sudah sesuai dengan RPP. Dalam penilaiannya ini guru menggunakan instrumen
penulisan tertulis dan tes lisan.
Namun ada beberapa
soal uraian yang digunakan untuk menilai hasil dari pembelajaran pada pertemuan
tersebut. Artinya soal tersebut digunakan guru untuk melakukan penilaian di
ranah kognitif. Jadi guru tersebut dalam melakukan penilaian terhadap hasil
belajar peserta didik, belum menggunakan penilaian autentik. Karena penilaian
autentik meliputi tiga ranah yaitu, ranah kognitif, ranah afektif dan ranah
psikomotorik. Jika hanya melakukan satu kegiatan penilaian maka dapat dikatakan
belum melakukan penilaian autentik.
Dalam penilaian
kognitif guru membuat bentuk soal uraian jadi guru menilai hasil belajar
peserta didik dengan menyesuaikan jawaban peserta didik. Dan didalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaranpun sudah dicantumkan Lembar Kerja Siswa tetapi belum
terdapat rubrik penilaian baik holistik ataupun analitik.